Home Profil Organisasi

Profil Organisasi

by webadmin

Profil Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Karantina Pertanian menyatakan bahwa Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat sebagai UPT adalah satuan kerja yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu yang berada di bawah Badan Karantina Pertanian dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian. Menurut Pasal 18 Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2020 Balai Karantina Pertanian Kelas I bertugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.

Fungsi dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado adalah :

  1. penyusunan rencana , evaluasi dan pelaporan;
  2. pelaksanaan pemeriksaan , pengasingan , pengamatan , perlakuan, penahanan , penolakan, pemusnahan , dan pembebasan media pembawa HPHK dan OPTK ;
  3. pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK;
  4. pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK ;
  5. pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;
  6. pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan tumbuhan;
  7. pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati;
  8. pengelolaan sistem informasi , dokumentasi, dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan;
  9. pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati ;
  10. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Visi

Visi Presiden dan Wakil Presiden 2020-2024 adalah Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Untuk mendukung visi Presiden dan Wakil Presiden serta arahan Presiden tersebut maka Kementerian Pertanian menetapkan visi Pertanian Jangka Menengah 2020-2024 yakni: Pertanian yang maju, mandiri dan modern untuk terwujudnya Indonesia yang maju yang berdaulat , mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Visi Kementerian Pertanian di atas,tersebut  selanjutnya menjadi acuan dalam penyusunan Program dan Kegiatan pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado  Sebagai salah unit kerja Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, “Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado berkomitmen Menjadi Instansi yang Profesional, Tangguh dan Terpercaya dalam Perlindungan Kelestarian Sumberdaya Alam Hayati Hewan, Tumbuhan dan Keanekaragaman Hayati, Keamanan Pangan”.

Profesional, petugas karantina harus memiliki kemampuan, ketrampilan, keahlian serta integritas dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya

Tangguh (sebagai benteng terdepan, karantina harus mampu melindungi pertanian Indonesia dari ancaman masuk dan tersebarnya HPHK, OPTK dan Keamanan Hayati dengan menerapkan peraturan perundang-undangan karantina secara tegas dan konsisten)

Terpercaya (penyelenggaraan karantina pertanian harus dilaksanakan dengan jujur, transparan, bertanggungjawab, kreatif dan tanggap terhadap perubahan tuntutan masyarakat serta efisien dan efektif dalam pelaksanaan setiap kegiatan perkarantinaan).

Misi

Misi Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2020-2024 merupakan percepatan, pengembangan dan pemajuan Nawa Cita I sebagai berikut:

  1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.
  2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
  3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.
  4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.
  5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.
  6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan tepercaya.
  7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.
  8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya.
  9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

Dalam menerapkan Misi Presiden dan Wakil Presiden, maka Kementerian Pertanian mendukung mewujudkan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing melalui misi Kementerian Pertanian yaitu:

  1. Mewujudkan ketahanan pangan,
  2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, serta
  3. Pengelolaan Kementerian Pertanian yang bersih, efektif dan terpercaya.

Dalam kaitannya dengan tugas pokok dan fungsinya, maka dukungan Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado – Badan Karantina Pertanian terhadap pencapaian misi tersebut, yaitu:

  1. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),
  2. Mendukung terwujudnya keamanan pangan
  3. Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian
  4. Memperkuat kemitraan perkarantinaan
  5. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik .

Tujuan

Tujuan Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado adalah:

  1. Terjaganya sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari ancaman HPHK dan OPTK
  2. Terjaminnya keamanan produk pertanian hewan dan tumbuhan
  3. Terwujudnya daya saing Komoditas pertanian bertaraf internasional
  4. Terwujudnya dukungan masyarakat dalam pelaksanaan perkarantinaan
  5. Terwujudnya pelayanan prima

Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado adalah salah satu UPT Teknis yang berada di bawah Badan Karantina Pertanian dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian dengan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka mencegah masuk, keluar dan tersebarnya HPHK, OPTK serta pengawasan dan/atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasive, tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka yang dimasukkan ke dalam, tersebarnya dari suatu area ke area lain, dan/atau dikeluarkan dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dengan didukung sebanyak 58 (lima puluh delapan) pegawai dan 30 orang tenaga honorarium yang tersebar pada 5 (lima) wilayah kerja di yang berada di Provinsi Sulawesi Utara.