Home Berita Karantina Karantina Pertanian Manado Gagalkan Upaya Penyelundupan Unggas ke Maluku dan Papua

Karantina Pertanian Manado Gagalkan Upaya Penyelundupan Unggas ke Maluku dan Papua

by Yoga Hutama

Manado — Bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, pejabat Karantina Pertanian Manado yang tergabung dalam Tim Pengawasan Domestik menggagalkan upaya penyelundupan unggas ke Provinsi Maluku dan Papua.”Dua hari berturut turut, sebanyak 18 ekor unggas berhasil digagalkan,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muskyidayan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7).Menurut Donni, Propinisi Maluku Utara dan Papua melarang hewan unggas hidup dari manapun masuk ke wilayahnya karena kedua wilayah ini masih bebas dari penyakit Flu Burung.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian No. 87/Kpts/PK.320/I/2016 tentang Provinsi Maluku Utara bebas dari penyakit Avian Influenza pada Unggas. Dan juga diperkuat dengan larangan pemasukkan unggas hidup ke Provinsi tersebut sesuai Pergub Maluku Utara No.17 Tahun 2007 tentang pengendalian lalu lintas, pemeliharaan dan peredaran unggas di wilayah Propinsi Maluku Utara.KM. Labobar menuju Sorong, Propinsi Papua. Secara rinci Doni juga menjelaskan unggas yang ditahan berjenis philipine sebanyak 11 ekor dan bangkok sebanyak 7 ekor, harganya dapat mencapai Rp. 100 juta, Modus penyelundupan ayam tersebut dilakukan dengan cara dibungkus menggunakan karung dan kantong pelastik dengan bantuan buruh bagasi kapal. Sementara untuk modus penyelundulan unggas yang juga berhasil digagalkan dua hari sebelumnya agak berbeda. Yakni, jenis alat angkutnya adalah KMP. Dalente Woba menuju Tobelo, Maluku Utara. Upaya penyelundupan dengan menggunakan perahu kecil untuk menghindari pantauan petugas. Namun dengan kerjasama dan kesigapan tim pengawas domestik, 13 ekor unggaspun berhasil digagalkan.Saat ini unggas tersebur berada dalam penahanan Karantina Pertanian Manado di Wilayah Kerja Bitung untuk dilakukan proses lebih lanjut.”Selain adanya pelarangan masuk unggas ke wilayah tujuan, unggas yang akan dilalulintas inipun tidak dilaporkan sehingga tidak dapat kami jamin kesehatan dan keamanannya,” tambah Donni.

Peningkatan Kerjasama Pengawasan Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menjelaskan dengan wilayah tanah air yang berbentuk kepulauan dengan banyak tempat pemasukan dan pengeluarannya, maka diperlukan kerjasama dengan pihak keamanan baik Polri maupun TNI.Apalagi dengan adanya perbedaan antar wilayah terhadap status terhadap penyakit dan hama, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya.”Kami juga menghimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan saat hendak melalulintaskan produk pertanian,kita jaga bersama,” pungkas Jamil.

Narahubung : drh. Donni Muksyidayan, M.Si.Kepala Karantina Pertanian Kelas I Manado, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian

related posts

Leave a Comment