Home Uncategorized Cegah ASF masuk Sulut, Karantina Pertanian Manado ajak semua pihak waspada

Cegah ASF masuk Sulut, Karantina Pertanian Manado ajak semua pihak waspada

by webadmin

Manado – Merebaknya kembali penyakit yang diduga  African Swine Fever (ASF) dibeberapa wilayah Indonesia seperti Manokwari dan Berau Kalimantan Timur tentu menjadi kekhawatiran bagi peternak babi di Sulawesi Utara.

Pasalnya, berdasarkan data BPS 2020 populasi babi Sulut menempati posisi ke empat terbanyak di Indonesia yaitu mencapai 400.000 ekor.

Seperti yang  diketahui sebelumnya bahwa penyakit tersebut pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2019 melalui daerah Sumatera Utara,  wabah tersebut secara masif terus menyebar ke daerah lain.
Walaupun tidak bersifat zoonosis atau menular ke manusia, namun virus tersebut sangat ganas karena dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen pada babi. Sifat virusnya yang tahan terhadap lingkungan sehingga media penularnya juga banyak. Selain melalui babi dan produk turunannya, virus ini dapat menular melalui pakan, alat transportasi, pekerja kandang, alat-alat pada kandang dan lain sebagainya.

“Posisi Sulut saat ini sudah terkepung oleh  daerah wabah ASF termasuk juga negara tetangga kita Filipina,” kata Donni Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado.

Ditengah dialog intraktifnya bersama RRI Manado berlangsung pada kamis, (10/06) beliau menambahkan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan lagi mengingat masih banyaknya warga Sulut yang mengantungkan ekonominya dari sektor tersebut. Belajar dari kasus ASF di negara lain, ada beberapa faktor yang menyebabkan masuknya ASF ke Indonesia yaitu pemasukan daging babi dan produk babi lainnya baik impor, domestik dalam negeri dan begitupun sisa-sisa katering transportasi internasional baik dari laut maupun udara yang masuk dari negara dan daerah yang sedang wabah ASF kebanyakan tidak dibuang namun diolah kembali menjadi pakan ternak.

Dialog tersebut juga dihadiri Ketua PDHI Sulut drh Hana O. Tioho serta Ketua Asosiasi Peternak Babi Sulut Gilbert Wantalangi.

“Langkah efektif dalam mencegah terjadi ASF adalah melalui penerapan biosekuriti dan manajemen peternakan babi yang baik serta pengawasan yang ketat dan intensif juga tentunya kontribusi pemerintah dalam hal ini Karantina Pertanian dan Dinas-dinas terkait” – Sambung Gilbert Wantalangi

“Seluruh Dinas di kabupaten maupun kota terus aktif melakukan sosialisasi ke peternak yang ada di Sulut” ujar Hana. “Kami juga menghimbau kepada peternak agar  membatasi atau melarang masuk ke kandang tamu yang datang dari luar Sulut” tambahnya.

Berdasarkan data dari IQFAST Barantan, sampai Mei 2021 pengiriman daging babi ke Jakarta mencapai 500 ton dibanding periode yang sama di tahun 2020 yang hanya 100 ton.

“Hal ini tentu menjadi berkah buat Sulut karena masih bebas dari ASF sehingga dapat mensuplai kebutuhan di Jakarta, sehingga kita harus perkuat kewaspadaan dan sinergitas semua pihak agar ASF tidak masuk ke Sulut” pesan Donni mengakhiri dialog.

Cegah ASF masuk Sulut, Karantina Pertanian Manado ajak semua pihak waspada

related posts

Leave a Comment