Home SEKILAS INFO MANADO

SEKILAS INFO MANADO

by webadmin

Propinsi Sulawesi Utara secara geografis letaknya di bagian paling utara Nusantara, berben­tuk jazirah memanjang dari barat ke timur, dimana di bagian sebelah utaranya terdapat gugusan kepulauan (Sangir – Talaud) yang letak­nya relatif terpencil dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina.  Adapun wilayah kecamatan yang berbatasan laut dengan Negara Philipina terdapat di 2 (dua) kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Talaud (Kecamatan Esang, Rainis, Beo, Tagulandang, Manganitu, Siau Timur, Siau Barat, Kendahe, Tamako, Tabukan Selatan, Urung dan Nenusa); dan Kabupaten Kepulauan Sangihe (Kecamatan Tabukan Utara).

Dilihat dari letak geografis ini, Sulawesi Utara merupakan wilayah yang strategis karena terletak dalam jalur lintas perdagangan dan pariwisata. Selain itu, letak Sulawesi Utara relatif dekat dengan kawasan Pasifik yang sedang dan akan makin pesat perkembangan perekonomian-nya di masa mendatang. Potensi ini juga ditunjang oleh tersedianya fasilitas prasarana pelabuhan Bitung yang sementara dalam tahap persiapan menuju pelabuhan utama internasional, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi yang sudah memiliki akses cukup luas, baik untuk transportasi domestik maupun internasional.

Letak geografis Sulawesi Utara yang strategis ini menjadikannya potensial sebagai Pintu Gerbang Indonesia di Bagian Timur “Road To East” dan sekaligus juga menjadi “Pusat Pertumbuhan”. Salain itu Sulawesi Utara terkenal dengan wisata lautnya, olehnya pembangunan kepariwisataan ditujukan pada peningkatan kemampuan untuk menggalakkan kegiatan ekonomi yang melibatkan berbagai sektor.

Selain itu Propinsi ini terletak di jazirah utara Pulau Sulawesi dan merupakan salah satu dari tiga Propinsi di Indonesia yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, dua Propinsi lainnya adalah Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Propinsi Sulut juga terhampar di sepanjang tepi pantai Laut Sulawesi, tepatnya dipesisir Teluk Manado, dan memiliki 17 danau.   Danau-danau yang relatif besar antara lain adalah danau Tondano, danau Linou, dan danau Noat, serta sebanyak 30 sungai yang mengaliri wilayah Sulawesi Utara, diantaranya Sungai Tondano di Mina­hasa, Sungai Ongkang di Bolaang Mongondow.

Dalam perspektif regional maupun internasional Propinsi Sulawesi Utara berada pada posisi strategis karena terletak di bibir pasifik (pacific reem) yang secara langsung berhadapan dengan negara-negara Asia timur dan negara-negara pasifik. Posisi demikian menguntungkan Sulawesi Utara, karena secara geografis akan menjadi pintu gerbang perdagangan di kawasan timur Indonesia di wilayah Asia Pasifik.

Perhubungan udara dapat dilakukan melalui Bandar Udara Sam Ratulangi (Manado), Mopait (Bolaang Mongondow), Naha (Sangihe) serta Malanguane (Talaud). Sebagian besar wilayah Sulawesi Utara merupakan perbukitan rendah dengan ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut.  Dan bila ditinjau dari letak topografinya wilayahnya sebagian besar wilayah berbentuk pegunungan dengan se­jumlah dataran di antara pegunungan-pegunungan tersebut. Tidak ku­rang dari 41 buah gunung dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter – sebagian di antaranya adalah gunung berapi  terdapat di wilayah ini.  Gunung ter­tinggi adalah Klabat (1.995 meter) yang terletak di Kabupaten Mina­hasa. Dataran-dataran yang mempunyai potensi untuk pengembangan pertanian antara lain adalah dataran Dumoga (31.000 ha), dataran Ajong (7.000 ha), dataran Sangkup (8.000 ha), dataran Paguyaman (51.000 ha), dan dataran Pinogu (30.000 ha).  Oleh karenanya daerah ini terkenal dengan udaranya yang sejuk.

Disamping itu tindak lanjut dari tindakan karantina adalah pemberian pelayanan terhadap sertifikasi produk pertanian BKP Kelas I Manado menerapkan Standar Pelayanan Publik (SPP) yang dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat, utamanya dalam penerbitan sertifikasi produk pertanian yang dapat berlangsung dengan optimal, hal ini didukung oleh penerapan sistem yang ada (IQFAST, INSW, PPK-Online) yang akan mempermudah dalam mengontrol arus lalu-lintas komoditas pertanian baik yang akan di Impor, Ekspor maupun diantar areakan. Dengan adanya kebijakan pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut, tentunya sangat dirasakan manfaatnya, utamanya para petugas karantina di UPT tujuan yang telah mengetahui lebih awal komoditas pertanian yang akan masuk ke wilayahnya, sehingga arus lalu-lintas media pembawa HPHK/OPTK dapat dipantau guna mencegah masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK ke suatu wilayah di dalam negara kesatuan Republik Indonesia. 

Sertifikasi produk Pertanian (Media Pembawa) sangat penting, dimana sertifikasi tersebut merupakan salah satu jaminan (assurance) untuk akseptabititas suatu produk oleh negara pembeli, sedangkan di sisi impor, sistem karantina dapat mencegah impor pangan dan komoditas pertanian yang kurang memenuhi persyaratan.